• Kamis, 21 November 2024

Sambut Malam Lailatul Qadar, Ini 4 Tradisi Unik dari Berbagai Daerah di Indonesia

Sambut Malam Lailatul Qadar, Ini 4 Tradisi Unik dari Berbagai Daerah di Indonesia
Tradisi Malam Lailatul Qadar di Berbagai Daerah (Pemerintah Kota Surakarta)

SEAToday.com, Solo-Malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan menjadi momen yang ditunggu umat Islam. Di Indonesia sudah ada beberapa tradisi di daerah-daerah untuk menyambut malam suci yang dipercaya jatuh di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Berikut beberapa tradisi unik yang dilakukan warga di beberapa daerah.

1. Malam Selikuran

Tradisi pertama adalah malam selikuran. Tradisi ini biasanya dilakukan Keraton Surakarta, Jawa Tengah menyambut malam Lailatul Qadar. Tradisi malam selikuran sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan dikembangkan ketika Sultan Agung menjadi Raja Mataram.

Malam selikuran diawali dengan pembukaan gerbang keraton yang diikuti dengan keluarnya para kerabat dan abdi dalem. Di belakang rombongan kerabat diikuti abdi dalem keraton yang membawa lampu ting atau lentera. Di belakang abdi dalem ada iring-iringan yang membawa nasi tumpeng di dalam kayu dengan cara dipanggul sambil berjalan kaki menuju Masjid Agung Surakarta.

Saat berjalan kaki, rombongan berjalan dengan pelan diiringi tembang Jawa. Setibanya di Masjid Agung, tumpeng-tumpeng yang sudah dibawa kemudian didoakan. Setelah itu para abdi dalem makan nasi tumpeng tersebut.

2. Dile Siu

Tradisi dile siu atau dile jojor dilakukan warga di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Warga menyalakan lampu obor kecil yang terbuat dari pohon nyamplung. Lampu obor kecil itu ditancapkan di rumah-rumah hingga tempat kuburan keluarga yang telah meninggal dunia.

Tradisi ini dimulai setelah salat magrib atau setelah buka puasa. Kemudian warga menuju makam keluarga untuk berziarah sambil membawa obor. Tradisi ini turun-temurun dari nenek moyang yang terus dilestarikan sampai sekarang. Obor-obor itu juga bisa jadi alat penerangan di jalan.

3. Bakar Lampu Ela-ela

Di Halmahera Timur, Maluku Utara ada tradisi yang tak kalah unik. Saat malam Lailatul Qadar, warga membakar lampu ela-ela. Lampu ela-ela artinya obor. Selain membakar ela-ela mereka juga membagi-bagikan makanan kepada anak-anak yatim yang tinggal di daerah tersebut.

Makanan-makanan itu sebelumnya digantung di pohon-pohon. Nantinya setelah bakar lampu ela-ela selesai, makanan-makanan yang digantung dibagikan keada anak-anak yatim dan dimakan bersama warga lainnya.

4. Kenduri

Di Jawa Tengah tepatnya di Kabupaten Wonogiri ada tradisi kenduri. Tradisi ini rutin dilakukan warga Desa Sumberejo. Warga desa berkumpul untuk berdoa bersama dan menyantap makanan bersama. Menu makanan yang disiapkan adalah masakan ayam utuh atau ingkung dengan nasi gurih. Tradisi ini dilakukan sudah sejak lama sampai sekarang.

 

Share
Editor Choice
Ancol Gratiskan Tiket Masuk Untuk Ngabuburit selama Ramadan

Ancol Gratiskan Tiket Masuk Untuk Ngabuburit selama Ramadan

Mengenal Askida Ekmek, Tradisi Berbagi dalam Diam di Turki

Ada banyak cara bersedekah, namun salah satu yang unik ada di Turki, negeri yang mewarisi tradisi Kekaisaran Utsmaniyah atau Ottoman. Namanya Askida Ekmek.

Kuliner Khas Ramadan dari Berbagai Daerah di Indonesia

Indonesia memiliki beragam budaya dan tradisi dari berbagai daerah dan provinsinya. Dari tiap-tiap daerah ini banyak pula kuliner khas masyarakatnya.

LOCAL PALETTE
BEGINI CARANYA PERGI KE SUKU PEDALAMAN MENTAWAI - PART 1